SK Tunjangan Belum Keluar, Ini Penjelasan Direktur P2TK Dikdas

SK Tunjangan Belum Keluar, Ini Penjelasan Direktur P2TK Dikdas - Berikut merupakan info penjelasan yang disampaikan oleh Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, terkait SK Tunjangan Guru yang belum keluar atau terbit, seperti dikutip dari situs Kemendikbud Direktorat Pendidikan Dasar.

SK Tunjangan Belum Keluar, Ini Penjelasan Direktur P2TK Dikdas

SK Belum Keluar, Bukan Kiamat

Jakarta (Dikdas): Menanggapi sejumlah guru yang gelisah lantaran namanya belum terjaring dalam aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sehingga terancam tak mendapat tunjangan, Sumarna Surapranata, Ph.D., Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, mengatakan mereka tak perlu khawatir. Jika data belum terjaring, kemungkinan besar pengisian instrumen pendataan oleh operator sekolah belum lengkap. Maka yang perlu dilakukan adalah melengkapi instrumen pendataan.

"Bagi guru yang tidak keluar SK-nya sekarang, itu bukan kiamat. Silakan melengkapi persyaratan-persyaratan, nanti di tengah jalan akan keluar. Haknya dari bulan Januari tidak hilang," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 9 April 2013. Setelah data lengkap dan Surat Keputusan (SK) keluar, guru mendapat tunjangan secara rapel tanpa ada pemotongan sepeserpun.

Sumarna mengakui, penjaringan Dapodik belum mencapai 100 persen. Itu terjadi lantaran banyak kendala di lapangan, seperti terbatasnya akses dan jaringan internet di sebuah daerah. Namun jumlahnya kecil, kini sekitar 3,5 persen.

Tapi bukan berarti pihaknya tinggal diam. Selain melalui Dapodik, penjaringan data dilakukan pula dengan pengecekan secara manual. Operator sekolah yang bersangkutan dihubungi baik melalui telepon, pesan layanan singkat, ataupun surat. Kepala sekolah dan dinas pendidikan setempat juga turut dihubungi. Dengan begitu, penjaringan instrumen pendataan akan cepat tuntas.

Sumarna menyampaikan, tunjangan khusus yaitu tunjangan untuk guru-guru yang mengabdi di kawasan yang tergolong daerah khusus telah tersalur 100 persen. Dana tunjangan dikirim ke rekening masing-masing guru. "Kalau tunjangan profesi baru tersalurkan sekitar 40 persen," ungkapnya.

Demikian share, semoga bermanfaat.

3 Comment :

  1. trimakasih info dgn begini sbg operator sekolah kami bisa bernafas lega karena SKTP tmn-tmn PTK bisa keluar walaupun terlambat dan kami sbg Operator sekolah masih diberikan wkt untk memperbaiki data yang blm lengkap.

    BalasHapus
  2. Akan tetapi masih banyak lagi teman saya yang belum keluar SK nya. Kenapa ada yang dalam satu sekolah tidak keluar semua, hanya sebagian sementara ngajarnya sama" di sekolah yang sama. Dan bahkan ada sekolah di daerah khusus juga sampai saat ini satu pun gurunya belum ada yang mendapat tunjangan khusus tersebut dikarenakan SKnya belum keluar. Lalu kami harus menunggu sampai kapan.

    BalasHapus
  3. Untuk guru BK JJM linier masih 0, karena BK itu berdasarkan Jumlah siswa Bimbingannya yaitu 150 siswa= 24 jam, kalo jam masuk kelasnya tidak ada di KTSP, tolong sistem dapodiknya gimana caranya agar bisa tercaver.

    BalasHapus

Terima kasih atas saran dan komentar membangun yang disampaikan. Komentar yang mengandung SARA, SPAM, Link Aktif dan Promosi, dengan segala maaf akan dihapus!