Guru di Daerah Terpencil Bisa Gratis Kuliah S1 di UT

Guru di Daerah Terpencil Bisa Gratis Kuliah S1 di UT - Bagi guru-guru yang bertugas di wilayah terdepan, terluar, tertinggal (3T) akan mendapatkan pembebasan biaya studi untuk menyelesaikan program S1/D-IV yang sesuai dengan tugas layanan pendidikannya.

Guru di Daerah Terpencil Bisa Gratis Kuliah S1 di UT
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyediakan beasiswa bagi para guru yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Beasiswa disalurkan melalui dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) yang dikelola oleh Universitas Terbuka (UT). Ini merupakan upaya Kemdikbud untuk mendorong guru segera mencapai kualifikasi pendidikan jenjang S1 atau D4 sebagaimana amanat dalam Undang-Undang Guru dan Dosen.

Mengutip dari laman Kemdikbud, Universitas Terbuka (UT) mendapat Rp100 miliar dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Dari jumlah tersebut, 20 persen atau Rp20 miliarnya dialokasikan untuk membiayai pendidikan guru dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dalam menyelesaikan pendidikan S1/D-IV nya.

"Dari Rp100 miliar yang diterima oleh UT, 20 persen harus dipakai untuk memberikan layanan kepada guru-guru di daerah 3T tadi untuk menyelesaikan pendidikan D4 atau S1 nya secara gratis," kata Mendikbud.

Sementera Rektor UT, Tian Belawati mengatakan, dana Rp20 miliar tersebut rencananya akan digunakan untuk membiayai 4.139 mahasiswa. Adapun mahasiswa yang bisa mendapatkannya adalah guru-guru di daerah 3T dan mahasiswa aktif UT yang tidak lagi melakukan registrasi untuk beberapa semester karena kekurangan biaya. "Kami juga akan mulai menyisir mahasiswa yang nonaktif karena kekurangan biaya, akan kita undang dan kita sapa lagi untuk info pembebasan biaya ini," katanya.

Tian menambahkan, alokasi biaya untuk beasiswa bagi guru daerah 3T ini adalah Rp4,8 juta per mahasiswa per tahun. Bagi guru yang sebelumnya telah melalui jenjang diploma 2, maka pendidikannya akan selesai dalam lima semester. Dan untuk lulusan SMA, akan selesai dalam 10 semester. Beasiswa ini akan mulai diberlakukan pada tahun 2013 ini, September mendatang. "Rata-rata lulusnya kalau mereka sudah D2 maka 5 semester lagi, tapi kalau baru lulusan SMA maka 10 semester," ujar wanita yang juga menjadi President of International Council for Open and Distance Education ini.

Anggaran total untuk BOPTN tahun 2013 adalah Rp 2,7 triliun. Dan dari data Kemdikbud diketahui hingga 2012, baru 75 persen guru yang memenuhi kualifikasi akademik S1 atau D4. Jadi program yang dilakukan UT ini merupakan salah satu afirmasi untuk guru agar minimal pendidikannya S1 atau D4 pada 2015 nanti, sebagaimana diamanatkan UU Guru dan Dosen.

Terkait dengan BOPTN, dalam rilis laman UT, Mendikbud memaparkan ada 3 amanah yang harus diemban UT. Pertama, membebaskan biaya studi untuk guru di Daerah 3T. Kedua, membantu biaya operasional layanan pendidikan bagi para TKI luar negeri yang kuliah di UT. Dalam pandangan Mendikbud, antusiasme para tenaga kerja Indonesia di luar negeri untuk kuliah di UT sangat tinggi, terutama di Singapura, Malaysia, Hongkong, Korea, Taiwan, dan Arab Saudi. Ternyata, banyak mahasiswa yang sedang studi lanjut S3 di luar negeri pun berpreran sebagai tutor UT. Ketiga, UT bukanlah institusi pendidikan alternatif, melainkan salah satu opsi pendidikan tinggi dari seluruh pendidikan tinggi yang ada. Karena itu, demikian Mendikbud menegaskan, UT harus terus memperbaharui content dan metodologi pembelajarannya, serta menjadikan E-Education sebagai bagian utuh layanan pendidikan UT.

Semoga bermanfaat.

1 Comment :

  1. Pertanyaan besarnya...kapan tunjangan terpencil utk kami yg bertugas didaerah terpencil(3T) kapan kami terima...

    BalasHapus

Terima kasih atas saran dan komentar membangun yang disampaikan. Komentar yang mengandung SARA, SPAM, Link Aktif dan Promosi, dengan segala maaf akan dihapus!