Pesan-Pesan Perjuangan: Kata Mutiara Pahlawan Nasional

Pesan-Pesan Perjuangan: Kata Mutiara Pahlawan Nasional
Pesan-Pesan Perjuangan: Kata Mutiara Pahlawan Nasional - Perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa telah ditunjukkan para pahlawan dan pejuang bangsa dalam meraih dan mempertahankan kadaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semoga semangat dan nilai kepahlawanan yang telah ditunjukkan para pahlawan dan pejuang bangsa ini dapat menjadi inspirasi bagi kita saat ini untuk terus mengimplementasikannya dan terus berjuang bahu membahu dalam mengisi kemerdekaan mewujudkan masyarakat sejahtera sebagaimana yang dicita-citakan.

Inilah pesan 8 Pahlawan Nasional, antara lain Nyi Ageng Serang, Jenderal Sudirman, Prof. DR. R. Soeharso, Prof. Moh. Yamin, SH, Supriadi, Teuku Nyak Arif, Abdul Muis, dan Pangeran Sambernyowo.

PESAN-PESAN PERJUANGAN ATAU KATA MUTIARA DARI PARA PAHLAWAN NASIONAL

Pesan Pahlawan Nasional Nyi Ageng Serang :
"Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya".
(Disampaikan pada saat Nyi Ageng Serang mendengarkan keluhan keprihatinan para pengikut/rakyat, akibat perlakuan kaum penjajah).

Pesan Pahlawan Nasional Jenderal Sudirman :
"Tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus".
(Disampaikan pada jam-jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta dan Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit, ketika menjawab pernyataan Presiden yang menasihatinya supaya tetap tinggal di kota untuk dirawat sakitnya).

Pesan Pahlawan Nasional Prof. DR. R. Soeharso :
"Right or Wrong my country, lebih-lebih kalau kita tahu, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya".
(Pernyataannya sebagai seorang nasionalis dan patriot).

Pesan Pahlawan Nasional Prof. Moh. Yamin, SH :
"Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri".
(Disampaikan pada konggres II di Jakarta tanggal 27-28 Oktober 1928 yang dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar, dimana ia menjabat sebagai sekretaris).

Pesan Pahlawan Nasional Supriyadi :
"Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi".
(Disampaikan pada saat Supriyadi memimpin pertemuan rahasia yang dihadiri beberapa anggota Peta untuk melakukan pemberontakan melawan pemerintah Jepang).

Pesan Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arif :
"Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama".
(Disampaikan pada pidato bulan Maret 1945, dimana Teuku Nyak Arif menjadi Wakil Ketua DPR seluruh Sumatera).

Pesan Pahlawan Nasional Abdul Muis :
"Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang".
(Menceritakan pengalamannya di luar negeri kepada para pemuda di Sulawesi, ketika Abdul Muis melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai anggota Volksraad dan sebagai wakil SI).

Pesan Pahlawan Nasional Pangeran Sambernyowo/KGPAA Mankunegoro I :
- Rumongso melu handarbeni (merasa ikut memiliki)
- Wajib melu hangrungkebi (wajib ikut mempertahankan)
- Mulat sario hangroso wani (mawas diri dan berani bertanggung jawab).
(Merupakan prinsip Tri Dharma yang dikembangkan oleh Mangkunegoro I ).

1 Comment :

  1. ok lah kalo begitu.... jangan seperti upacara 10 nopember di Polres Depok, seolah-olah tak bernyawa kepahlawanannya..... MASYALLOH....

    BalasHapus

Terima kasih atas saran dan komentar membangun yang disampaikan. Komentar yang mengandung SARA, SPAM, Link Aktif dan Promosi, dengan segala maaf akan dihapus!